Rabu, 23 Maret 2011

5 Cara Melatih Anak Jadi Pemimpin

5 Cara Melatih Anak Jadi Pemimpin
Selasa, 22/3/2011 | 12:29 WIB
KOMPAS.com — Anak Anda punya bakat jadi pemimpin? Perhatikan, apakah ia selalu "mengatur" teman-temannya mengenai permainan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temannya dengan sukarela mengikuti kemauannya? Apakah ia selalu berani mengungkapkan pendapatnya, dan meminta untuk diberi kesempatan menyanyi atau berdoa di depan kelas?

Mungkin, belum semua anak menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong mereka untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan?

1. Tanyai pendapat mereka
Saat sedang bersama-sama di rumah, tanyakan pada mereka hal-hal seperti, "Kamu mau pakai kaus yang merah atau yang biru?" Atau, "Kamu mau susu cokelat atau vanila?" Dengan menjawab pertanyaan seperti ini, mereka melatih kemampuan berbicara asertif, dan bagaimana membuat keputusan yang baik.

2. Kenalkan mereka pada pemimpin
Ceritakan pada mereka mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan Anda. Saat mereka melihat bagaimana pemimpin beraksi, mereka akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, ia pun akan meniru tingkah laku tersebut.

3. Puji perilaku kepemimpinan mereka
Jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan, mereka tak akan pernah melakukannya. Karena itu, saat Anda tahu mereka melakukan suatu tindakan memimpin atau membuat keputusan yang baik, sampaikan pada mereka. Katakan, "Nah, gitu dong! Ibu senang kalau kamu mau berbagi!"

4. Lakukan kegiatan yang membantu mereka menunjukkan kemampuan memimpin
Kenalkan mereka pada kegiatan-kegiatan yang membantu mereka melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-temannya saat acara outing dari sekolah. Ketika mereka dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain.

5. Bantu mereka menentukan tujuan pribadi
Ketika mereka menentukan tujuan untuk diri mereka sendiri, yang tak ada hubungannya dengan kepentingan orang lain, otomatis mereka akan mendemonstrasikan kemampuan leadership. Sebab, mereka akan memimpin diri mereka sendiri.

DIN

Editor: Dini

Sumber: Shine

Minggu, 23 Januari 2011

Nuansa Imlek Mulai Hiasi Pusat Belanja

Nuansa Imlek Mulai Hiasi Pusat Belanja
Penulis : Maria Natalia | Editor : Tri Wahono
Minggu, 23 Januari 2011 | 09:31 WIB
Kios Pernak-Pernik ImlekSalah satu kios di Pameran Imlek yang menjual aksesoris dan hiasan-hiasan menjelang Tahun Baru Imlek. Kios ini menjual kartu ucapan, lampion, sakura imitasi dan gantungan-gantungan khas Cina, Sabtu,(22/01/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Imlek yang jatuh 3 Februari 2011, beberapa mal di Jakarta mulai diramaikan dengan kios-kios penjual pernak-pernik bernuansa warna merah dan keemasan sebagai hiasan saat Tahun Baru China. Misalnya di Mal Pluit Village, sudah dibuatkan tempat khusus untuk menjual hiasan-hiasan tersebut.
Bahkan sudah dimulai acara-acara musik dan fashion show bertemakan Oriental Romance. Sementara itu, pernak-pernik Imlek yang dijual antara lain, lampion, hiasan bunga sakura, lonceng, gantungan lonceng, dan miniatur barongsai.
"Ya memang kios kami ini sudah mulai ramai dikunjungi pembeli. Kiosnya sudah dibuka dari tanggal 12 Januari. Ada yang membeli kartu ucapan Gong Xi Fa Cai, ada juga yang membeli bunga-bunga sakura tiruan. Kebanyakan mereka mengincar gantungan-gantungan khas China dan kartu ucapan serta amplop untuk angpao," kata salah seorang kasir kios hiasan imlek, Yati, Sabtu (22/01/2010).
Ia sudah sejak pagi menjaga kios yang selalu ramai didatangi pembeli. Harga-harga kartu ucapan dan gantungan imlek bervariasi. Kartu ucapan Rp 5.000, sedangkan paling mahal Rp 15.000. Amplop angpao paling murah Rp 4.000 dan paling mahal Rp 6.000. Sementara itu, harga gantungan kunci berkisar Rp 10.000 sampai Rp 100.000. Menurut Yati, dalam sehari kurang lebih 50 pembeli yang mendatangi kios mereka.
Menurut pengakuannya, sehari mereka mendapat keuntungan kurang lebih Rp 4 juta. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai omset Rp 10 juta. Pelanggan, lanjutnya senang dengan tawaran harga yang terjangkau di kios tersebut.
"Ya saya beli di sini lumayan murah-murah. Saya tadi beli lampion sedang harganya Rp 60.000. Saya beli empat, buat hiasan Imlek besok, biar rumah tambah meriah," kata salah seorang pembeli, Anti.

Senin, 13 Desember 2010

Bernapas Lebih Ringan Berkat Musik

Bernapas Lebih Ringan Berkat Musik

Jumat, 10 Desember 2010 | 06:35 WIB
shutterstock
Kompas.com - Musik memang memiliki nilai tinggi dalam terapi kesehatan. Ketika mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otak pendengar dapat diperlambat dan dipercepat sehingga kinerja tubuh mengalami perubahan. Bahkan musik juga punya kekuatan memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah kita.
Hal itu salah satunya dibuktikan pada 200 pasien yang berada di ruang perawatan intensif (ICU) yang memakai alat bantu pernapasan. Ketika merkea diperdengarkan musik klasik, seperti sonata piano Mozart atau musik yang enak didengar, denyut napas pasien lebih lambat dan kecemasan mereka berkurang.
Bahkan para peneliti dari Cochrane Library yang melakukan riset ini mengatakan musik bekerja lebih baik dari obat untuk menenangkan pasien selama mereka mendapat alat bantu pernapasan dengan ventilasi mekanis.
Ventilasi mekanis yang dipakai untuk alat bantu pernapasan diketahui sering menimbulkan aneka komplikasi. Misalnya saja sesak napas, sering menyedot udara, susah bicara, rasa takut dan tidak nyaman sehingga menyebabkan kecemasan.
Walau musik sudah terbukti punya kekuatan, namun Dr.Wendy Magee, ahli terapi musik dari London mengatakan terapi musik tidaklah sederhana. Kita tidak bisa memilih musik sekenanya. "Memilih musik yang tepat sangatlah penting. Kita harus tahu mana yang berarti bagi tiap individu," katanya.
Beberapa jenis musik justru tidak bisa membuat rileks dan meningkatkan detak jantung, misalnya musik yang sangat menstimulasi, seperti musik heavy metal.
Karena musik bisa merangsang emosi, memilih musik yang tidak tepat untuk pasien justru akan menambah stres. Itu sebabnya, musik yang diperdengarkan harus disesuaikan dengan selera tiap individu.

Kamis, 09 Desember 2010

Mari Kita Belajar Memaafkan...! (Forgive)

Belajar Memaafkan!

Rabu, 8 Desember 2010 | 08:07 WIB
fightlifetoxins
TERKAIT:
Pernahkah Anda merasa begitu marah dengan orang lain hingga rasanya tak ingin berbicara lagi dengannya, apalagi melihat mukanya lewat di depan kita? Bahkan, ketika kemarahan telah sampai di ubun-ubun kepala, ruang hati kita akan tertutup untuk dirinya. Sebenarnya, apakah kita boleh melakukan hal tersebut?

Sebagai manusia, apalagi perempuan (yang katanya makhluk emosional), merasakan dan mengekspresikan perasaan marah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Tetapi yang bahaya adalah ketika perasaan marah dan kesal tersebut terus dipelihara di dalam hati. Memelihara perasaan negatif di dalam hati bisa berakibat negatif juga untuk tubuh. Perasaan negatif tersebut akan menjadi life-toxins yang menggerogoti hidup Anda. Enggak percaya? Coba bayangkan. Ketika Anda teringat kembali oleh kemarahan yang Anda simpan dalam hati tadi, maka mendadak wajah Anda menjadi berkerut sehingga membuatnya terlihat lebih tua, jantung jadi berdebar kencang menahan amarah, dan yang paling tidak nyaman adalah pikiran jadi terjebak dengan ‘kemarahan’ hingga langkah ke depan terasa berat. Benar kan?

Nah, agar tak menjadi life-toxins, ada baiknya Anda mulai belajar untuk berlapang dada dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan orang lain. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari hal itu lho. Salah satunya adalah peace of mind alias pikiran yang tenang. Tidak ada lagi beban berat yang menghimpit pikiran dan perasaan Anda. Tidak ada lagi hal yang bisa membuat darah Anda ‘mendidih’ seketika. Semua akan Anda jalani dengan lebih ikhlas dan sabar sehingga ‘langkah’ terasa lebih ringan. 

Dalam suasana hati yang tidak enak, tentu kita mengharapkan adanya teman yang dapat mengurangi perasaan tidak enak tersebut. Dengan kesibukan sehari–hari, langkah pertama yang paling mudah adalah dengan mencari Balancea sebagai teman untuk menenangkan diri. Terbuat dari Rosella Ungu yang kaya akan perpaduan Antioksidan, Pomegranate, dan Barbados Cherry selain memberikan kesegaran dalam suasana hati yang tidak tenang juga sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuhmu.

Mari kita bersama-sama belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain. Semoga hidup kita menjadi lebih cerah :)

Senin, 06 Desember 2010

Ditemukan: Gen yang Bikin Orang Selingkuh

Jumat, 3/12/2010 | 20:43 WIB
KOMPAS.com — Masalah perselingkuhan sudah sering dibahas. Selingkuh disebut-sebut sudah merupakan bagian dari gen pria. Banyak pria yang membeberkan alasan mereka berselingkuh. Bahkan perempuan pun berani mengatakan bahwa mereka juga berselingkuh. Namun, penemuan baru ini cukup mengejutkan: ada sebuah gen yang ternyata meningkatkan perilaku selingkuh terhadap pasangan, dan ini berlaku, baik untuk pria maupun wanita.

Gen yang disebut DRD4 ini memengaruhi kadar dopamin pada otak. Satu dari empat orang yang memiliki gen ini cenderung tidak setia pada pasangan hingga dua kali lipat daripada mereka yang tidak memilikinya. Ketika pria atau wanita dengan gen "pengkhianat cinta" ini punya affair, mereka menerima dorongan kimiawi yang sama dengan penjudi yang memenangkan taruhan atau seorang alkoholik yang menerima minuman.

Setelah menguji 180 pria dan wanita muda mengenai perilaku mereka terhadap hubungan, peneliti berkesimpulan bahwa mereka yang memiliki varian tertentu dari gen DRD4 cenderung lebih memiliki sejarah perselingkuhan, termasuk one night stand.
"Dalam kasus seks yang tidak terikat, risikonya tinggi, lalu ada unsur penghargaan dan variabel motivasi sehingga ini memastikan adanya dorongan dopamin," urai Justin Garcia, salah satu peneliti dari State University of New York.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal PLoS ONE ini, tetap setia pada pasangan adalah suatu yang sangat memungkinkan. Namun, relawan juga kepingin selingkuh. Meskipun begitu, Anda jangan lantas membuat pembenaran untuk selingkuh gara-gara gen ini. Menurut Garcia, studi ini tidak akan membiarkan para pelakunya lolos. "Tidak semua orang dengan genotipe ini akan melakukan kencan semalam atau tidak setia," ujar Garcia.

Bulan lalu, para peneliti menemukan bahwa gen DRD4 juga membuat orang memiliki pandangan yang lebih liberal. Karena varian genetik ini mendorong orang untuk mencari sesuatu yang baru, mereka bisa saja lebih cenderung mencari pandangan politik yang tidak begitu konvensional. Mereka yang memiliki gen ini juga cenderung mencari sudut pandang orang lain, dan dipengaruhi oleh mereka.

Senin, 29 November 2010

Wah, Sekitar 10 BUMN Bakal 'Dilepas'

BUMN Go Public
Wah, Sekitar 10 BUMN Bakal 'Dilepas'
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Jumat, 26 November 2010 | 14:06 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Menteri BUMN Mustafa Abubakar
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan, setidaknya ada sekitar tujuh sampai 10 BUMN lagi yang akan disetujui untuk go public, selain PT Krakatau Steel dan Garuda Indonesia.

Pemerintah akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari perusahaan-perusahaan milik negara tersebut dalam tahun 2011.  "Yang akan datang sedang diseleksi sekitar 7-10 buah lagi BUMN yang akan di-IPO-kan," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (26/11/2010).
Mustafa membantah tudingan bahwa pemerintah ingin menjual perusahaan-perusahaan ini tanpa alasan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan biaya untuk pembangunan di mana sekitar 80 persen dananya harus dipenuhi dari pihak swasta. "Lagipula, itu kecil sekali dibandingkan dengan 141 perusahaan BUMN yang kita punya," ungkapnya.

Mustafa mencontohkan keberhasilan PT Telkom Tbk dan Bank Mandiri yang maju pesat setelah go public. Mengenai perusahaan mana yang sedang dievaluasi, Mustafa enggan berkomentar. Namun, jika penilaian cukup baik, Mustafa mengatakan PT Pelindo dan PT Angkasa Pura bisa menjadi salah satu pilihan.

"Tetapi, kami sudah nge-list evaluasi untuk kita bawa ke rapat Menko Perekonomian sebagai Ketua Komite Privatisasi. Mungkin minggu depan, atau paling lambat dua minggu akan ada pertemuan untuk mengarahkan perusahaan-perusahaan mana yang layak go public lagi," tambahnya.

Kamis, 25 November 2010

Longki Didaulat Berbicara Pada Sosialisasi Nasional Demokrat (Nasdem) di Palu

PALU (15/11) - Calon gubernur Sulawesi Tengah dari Koalisi Reformasi, Longki Djanggola turut hadir pada Sosialisasi Nasional Demokrat (Nasdem) di Palu Sulawesi Tengah, Senin malam. Bahkan Longki Djanggola didaulat sebagai pemberi saran sebagai perwakilan dari tokoh masyarakat.

Salah satu alasan kehadiran Longki di Sosialisasi Nasdem, karena ingin mengetahui Nasdem yang sesungguhnya. Apalagi Nasdem sudah menjadi 'buah bibir'. Longki hanya berbicara sekitar dua puluh menit.

''Kita semua ingin mendengarkan apa saja yang menjadi keinginan Nasdem. Buat kita semua, apa yang telah dibentuk dan diperbuat Nasdem untuk kebaikan rakyat. Saya percaya Nasdem merupakan ormas yang baik,'' kata Longki di depan ratusan Sekjen Nasdem Syamsul Mu'arif dan ratusan undangan di Ballroom Palu Golden Hotel.

Longki juga berharap kehadiran Nasdem di Sulawesi Tengah nantinya, benar-benar sesuai dengan restorasi, yang menjadi perjuangan di Nasdem.

Sementara itu, adanya calon-calon kepala daerah yang membawa nama Nasdem ke arena politik, menurut Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ferry Mursyidan Baldan, Nasdem tak akan pernah melarang seseorang yang menjadi calon kepala daerah membawa Nasdem. Apalagi kalau yang bersangkutan memang merupakan anggota Nasdem.

''Nasdem tak bisa melarang untuk dipakai untuk urusan politik. Tapi Nasdem tak akan berbuat sesuatu bagi mereka,'' kata Ferry.

Sosialisasi Nasdem turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ferry Mursyidan Baldan, Wakil Sekjen Bidang Pertanian, Kehutanan dan Kelautan M Ichsan Loulembah, Walikota Palu Rusdy Mastura, Wakil Walikota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu, organisasi pemuda, dan mahasiswa.